Belajar sabar dari si Goldie
Belajar sabar dari si Goldie...
Goldie Hen adalah nama ayam betina saya, seekor ayam betina setengah keturunan ayam Merawang (ayam dari Pulau Bangka yang terkenal rajin bertelur, aslinya dari Tiongkok) dan setengah lagi keturunan ayam Kampung... dia rajin bertelur dan jarang mengeram, tidak heran kalau saya sayang dia. Suatu ketika sekitar 4 bulan lalu, si Goldie memasuki periode mengeram, karena telurnya sangat banyak dan khawatir tidak menetas semua, saya ambil dan sisakan 10 butir untuk dia tetaskan.
Saya berharap mudah2an semua telurnya menetas... setelah 21 hari berlalu, qadarullah ke 10 telurnya tidak menetas, sedangkan ayam2 yang lain sudah mulai sibuk dengan kehadiran bayi2 mungilnya... Goldie tetap di tempat mengeramnya seolah2 dia tidak mau turun dan berharap telur2nya ada yang menetas. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya taruh 10 butir telur baru dari ayam2 betina yang lain di tempatnya Goldie mengeram, Goldie tidak menunjukkan perilaku yang menolak bahkan dia kemudian melanjutkan periode mengeramnya lagi. Saya sangat berharap agar di periode ke 2 Goldie mengeram ini telur2nya menetas semua... di periode ke 2 ini tampak perubahan fisik dari Goldie, dia mulai kurus dan bulu2nya rontok... karena memang dalam periode mengeram seekor ayam betina jarang sekali makan dan minum dan biasanya dalam periode ini, ayam betina akan kehilangan bobot berat badan yang cukup banyak... itu hanya 1 periode mengeram, bagaimana dengan Goldie yang mau memasuki 2 periode selama 42 hari atau 1 bulan 2 minggu?... qadarullah setelah 21 hari terlewati kembali, tidak satupun dari ke 10 telur itu menetas... dan tidak ada tanda2 bagi Goldie untuk turun dari tempat mengeramnya (biasanya ayam betina akan turun dengan sendirinya apabila merasa telur yang mereka eram tidak ada yang menetas setelah hari ke 28)... saya mulai khawatir melihat kondisi ayam betina kesayangan saya... saya khawatir dia mati kelaparan atau dehidrasi, entah bagaimana suatu hari saya sedang berjalan melewati sebuah poultry shop yang sedang menjual macam2 DOC (Daily Old Chicks) atau anak2 ayam... Alhamdulillah Allah memberikan saya ide untuk memberikan Goldie anak2 asuh agar dia cepat turun dari tempat mengeramnya.
Segera saya beli anak2 ayam jenis RIR (Rhode Island Red) yang besarnya nanti akan menjadi ayam petelur sebanyak 10 ekor, sesampainya di rumah, saya tunggu hari mulai gelap agar Goldie tidak melihat dan perlahan2 ke 10 anak2 ayam itu saya taruh di bawah perutnya Goldie dan saya ambil ke 10 butir telur yang tidak menetas itu untuk ditukar, sempat saya lihat Goldie terkaget2 ada anak2 ayam muncul dari bawah perutnya, namun karena hari sudah gelap, Goldie diam saja dan anak2 ayam pun tidur di dalam dekapan ibu asuhnya. Alhamdulillah keesokan harinya Goldie mau turun dari tempat mengeramnya dan terlihat bahagia dengan ke 10 anak asuhnya... dari situ nafsu makannya mulai muncul kembali, Goldie mulai makan dan minum bahkan mengurus anak2nya demikian baiknya. Goldie benar2 menjadi ibu ayam yang over protect terhadap anak2nya dan luar biasa galak terhadap saya... dari 10 anak, 9 yang bertahan hidup dan mulai masuk masa remaja... saya tinggal menunggu mereka bertelur... Alhamdulillah kesabaran Goldie berbuah hasil yang baik.
Goldie Hen adalah nama ayam betina saya, seekor ayam betina setengah keturunan ayam Merawang (ayam dari Pulau Bangka yang terkenal rajin bertelur, aslinya dari Tiongkok) dan setengah lagi keturunan ayam Kampung... dia rajin bertelur dan jarang mengeram, tidak heran kalau saya sayang dia. Suatu ketika sekitar 4 bulan lalu, si Goldie memasuki periode mengeram, karena telurnya sangat banyak dan khawatir tidak menetas semua, saya ambil dan sisakan 10 butir untuk dia tetaskan.
Saya berharap mudah2an semua telurnya menetas... setelah 21 hari berlalu, qadarullah ke 10 telurnya tidak menetas, sedangkan ayam2 yang lain sudah mulai sibuk dengan kehadiran bayi2 mungilnya... Goldie tetap di tempat mengeramnya seolah2 dia tidak mau turun dan berharap telur2nya ada yang menetas. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya taruh 10 butir telur baru dari ayam2 betina yang lain di tempatnya Goldie mengeram, Goldie tidak menunjukkan perilaku yang menolak bahkan dia kemudian melanjutkan periode mengeramnya lagi. Saya sangat berharap agar di periode ke 2 Goldie mengeram ini telur2nya menetas semua... di periode ke 2 ini tampak perubahan fisik dari Goldie, dia mulai kurus dan bulu2nya rontok... karena memang dalam periode mengeram seekor ayam betina jarang sekali makan dan minum dan biasanya dalam periode ini, ayam betina akan kehilangan bobot berat badan yang cukup banyak... itu hanya 1 periode mengeram, bagaimana dengan Goldie yang mau memasuki 2 periode selama 42 hari atau 1 bulan 2 minggu?... qadarullah setelah 21 hari terlewati kembali, tidak satupun dari ke 10 telur itu menetas... dan tidak ada tanda2 bagi Goldie untuk turun dari tempat mengeramnya (biasanya ayam betina akan turun dengan sendirinya apabila merasa telur yang mereka eram tidak ada yang menetas setelah hari ke 28)... saya mulai khawatir melihat kondisi ayam betina kesayangan saya... saya khawatir dia mati kelaparan atau dehidrasi, entah bagaimana suatu hari saya sedang berjalan melewati sebuah poultry shop yang sedang menjual macam2 DOC (Daily Old Chicks) atau anak2 ayam... Alhamdulillah Allah memberikan saya ide untuk memberikan Goldie anak2 asuh agar dia cepat turun dari tempat mengeramnya.
Segera saya beli anak2 ayam jenis RIR (Rhode Island Red) yang besarnya nanti akan menjadi ayam petelur sebanyak 10 ekor, sesampainya di rumah, saya tunggu hari mulai gelap agar Goldie tidak melihat dan perlahan2 ke 10 anak2 ayam itu saya taruh di bawah perutnya Goldie dan saya ambil ke 10 butir telur yang tidak menetas itu untuk ditukar, sempat saya lihat Goldie terkaget2 ada anak2 ayam muncul dari bawah perutnya, namun karena hari sudah gelap, Goldie diam saja dan anak2 ayam pun tidur di dalam dekapan ibu asuhnya. Alhamdulillah keesokan harinya Goldie mau turun dari tempat mengeramnya dan terlihat bahagia dengan ke 10 anak asuhnya... dari situ nafsu makannya mulai muncul kembali, Goldie mulai makan dan minum bahkan mengurus anak2nya demikian baiknya. Goldie benar2 menjadi ibu ayam yang over protect terhadap anak2nya dan luar biasa galak terhadap saya... dari 10 anak, 9 yang bertahan hidup dan mulai masuk masa remaja... saya tinggal menunggu mereka bertelur... Alhamdulillah kesabaran Goldie berbuah hasil yang baik.






Komentar